You Are Here: Home » Posts tagged with "ylpk jatim"
Suatu kisah, menjelang 17 Agustus 2011, seorang teman saya membeli bendera merah putih di supermarket di salah satu plaza di Kota Surabaya untuk merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66. “Malulah cak sama tetangga kalau saya masih mengibarkan...
Untuk membangkitkan nasionalisme konsumen kita bisa memulainya dari memakan ikan. Lho kok bisa? Ya karena ikan sangat berlimpah di bumi pertiwi ini.
Tidak ada batas waktu tindak lanjut permintaan pengamanan
Pelaku industri pembiayaan berharap adanya tindak lanjut terhadap peraturan Kepolisian mengenai pengamanan eksekusi jaminan fidusia agar lebih sesuai dengan praktik di lapangan.
Bahwa Aturan Distribusi Tenaga listrik merupakan dokumen yang bersifat dinamis sehingga selalu dimutakhirkan oleh Komite Manajemen Aturan Distribusi seiring dengan perkembangan kondisi sistem distribusi dan struktur usaha perubahan kompleksitasitas sistem...
Diberlakukannya tawaran B to B (Bussiness to Bussiness) PT PLN (Persero) untuk instalasi sambungan baru, dianggap oleh Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKP) Jawa Timur tidak patut dilakukan.
YLPKJATIM – Lemahnya pengawasan terhadap kelayakan kapasitas angkutan laut menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat kecelakaan angkutan laut. Pemerintah dan operator angkutan menjadi pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus...
Ketergantungan terhadap berbagai komoditas pangan yang diimpor dari sejumlah negara dikhawatirkan akan memperburuk krisis pangan di dalam negeri. Kebijakan pemerintah seharusnya bersifat jangka panjang dan lebih mengutamakan pemenuhan secara swasembada.
Pelayanan kesehatan bagi warga miskin di DKI Jakarta dan sekitarnya dirasakan belum memuaskan. Selain prosedurnya berbelit, mereka sering diabaikan petugas hanya karena sebagai pemegang surat Jaminan Pelayanan Kesehatan Gakin, Jamkesmas, atau surat keterangan...
Harga bahan bangunan naik 30-40 persen sejak awal tahun 2008. Kenaikan itu dipicu melonjaknya harga besi dari Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 12.000 per kg dan diperkirakan akan terus naik.
Sejumlah warga yang menderita sakit di pelbagai daerah di Indonesia mengeluhkan harga obat yang semakin mahal. Warga pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat pun merasakan dampak kenaikan harga obat karena tidak semua obat ditanggung asuransi.