You Are Here: Home » Posts tagged with "konsumen"
Suatu kisah, menjelang 17 Agustus 2011, seorang teman saya membeli bendera merah putih di supermarket di salah satu plaza di Kota Surabaya untuk merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66. “Malulah cak sama tetangga kalau saya masih mengibarkan...
Untuk membangkitkan nasionalisme konsumen kita bisa memulainya dari memakan ikan. Lho kok bisa? Ya karena ikan sangat berlimpah di bumi pertiwi ini.
Jangan gelap mata melihat aneka diskon yang membuai jelang lebaran. Ini hanya strategi marketing belaka untuk menguras kantong konsumen habis-habisan.
Slogan PT PLN bertitel “Bekerja Tanpa Suap” yang dicanangkan sejak 2009 masih patut dipertanyakan atau baru sekadar komitmen. Ini mengingat masih banyak muncul keluhan pelanggan terkait standar kerja pelayanan petugas di lapangan yang belum sesuai.
Ketergantungan terhadap berbagai komoditas pangan yang diimpor dari sejumlah negara dikhawatirkan akan memperburuk krisis pangan di dalam negeri. Kebijakan pemerintah seharusnya bersifat jangka panjang dan lebih mengutamakan pemenuhan secara swasembada.
Pelayanan kesehatan bagi warga miskin di DKI Jakarta dan sekitarnya dirasakan belum memuaskan. Selain prosedurnya berbelit, mereka sering diabaikan petugas hanya karena sebagai pemegang surat Jaminan Pelayanan Kesehatan Gakin, Jamkesmas, atau surat keterangan...
Harga bahan bangunan naik 30-40 persen sejak awal tahun 2008. Kenaikan itu dipicu melonjaknya harga besi dari Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 12.000 per kg dan diperkirakan akan terus naik.
Kontroversi tercemarnya susu formula kembali mencuat pascakeputusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan David Tobing agar membuka hasil penelitian IPB.
Sejumlah warga yang menderita sakit di pelbagai daerah di Indonesia mengeluhkan harga obat yang semakin mahal. Warga pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat pun merasakan dampak kenaikan harga obat karena tidak semua obat ditanggung asuransi.
Surabaya – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menemukan 19.376 jenis produk ilegal yang terdiri dari kosmetik, obat tradisional, obat dan pangan.